Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan & Teknologi

Polemik Study Tour di Jabar Selesai, Edi Kanedi Jangan Timbulkan Keresahan

83
×

Polemik Study Tour di Jabar Selesai, Edi Kanedi Jangan Timbulkan Keresahan

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, suarapantura.id – Isu larangan kegiatan study tour bagi sekolah di Jawa Barat yang sempat menjadi perbincangan hangat, kini diklaim telah tuntas. Drs. Edi Kanedi, M.Pd, Kepala SMA Negeri di Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa permasalahan ini sudah dibahas dan diselesaikan secara resmi bersama Gubernur Jawa Barat.

Menurut Edi Kanedi, pertemuan yang membahas tuntas polemik study tour ini telah digelar di Purwakarta, dihadiri oleh para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan se-Jawa Barat. Pertemuan tersebut bahkan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Permasalahan study tour ini sebenarnya sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang. Kami telah membahasnya secara menyeluruh, bahkan di hadapan langsung Gubernur Jawa Barat,” ujar Edi pada Senin, 19 Mei 2025.

Edi juga menjelaskan bahwa kegiatan study tour yang selama ini dilaksanakan oleh sekolah di Kabupaten Indramayu telah sesuai prosedur dan tidak melanggar ketentuan. Semua telah melalui tahap persetujuan dan pengawasan yang ketat.

“Tidak ada pelanggaran. Kegiatan tersebut sudah melalui mekanisme yang sah dan diawasi langsung oleh pihak sekolah serta orang tua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edi Kanedi mengimbau semua pihak untuk bersikap bijak dan tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan di dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kenyamanan di lingkungan sekolah, khususnya di kalangan pendidik dan siswa SMA/SMK.

Menutup pernyataannya, Edi berharap energi dan perhatian seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat kembali difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter siswa, bukan pada polemik yang sudah usai. Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan diterapkan secara adil dan merata, tanpa menimbulkan diskriminasi antar wilayah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!