Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
sosial & Budaya

Manguntara Bersuka Cita: Wayang Kulit Meriahkan Syukuran Panen “Mapag Sri”

50
×

Manguntara Bersuka Cita: Wayang Kulit Meriahkan Syukuran Panen “Mapag Sri”

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id – Semangat kebersamaan dan rasa syukur membungkus erat Desa Manguntara, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, hari ini. Sebuah pagelaran wayang kulit Langen purwa dalang Sudarso dari kapetakan kabupaten Cirebon, meriah digelar dalam rangka adat desa “Mapag Sri,” sebuah tradisi turun-temurun untuk mensyukuri hasil panen padi. Sabtu, (22/06/2025).

Kepala Desa Manguntara, Sujadi, dengan wajah sumringah mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, panen musim rendeng kali ini sukses besar dan hasilnya memuaskan,” ujarnya, mencerminkan kegembiraan seluruh warga desa atas berkah panen raya. Tradisi Mapag Sri ini, lanjut Sujadi, adalah wujud nyata dari penghormatan terhadap alam dan ungkapan terima kasih atas rezeki yang melimpah.

Senada dengan Kepala Desa, Ketua Panitia Mapag Sri Desa Manguntara, Tarsila (Raksabumi), menjelaskan bahwa acara ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi budaya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

“Acara ini adalah adat tahunan yang sudah menjadi budaya turun temurun dan sekaligus menyambut hasil panen yang membanggakan,” tutur Tarsila, menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya ini sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal.

Kemeriahan Mapag Sri semakin terasa dengan antusiasme warga. Sejak siang, masyarakat Manguntara berbondong-bondong membawa “tumpengan” – nasi kerucut lengkap dengan lauk-pauknya – yang akan disantap bersama setelah pagelaran wayang kulit usai. Suasana kekeluargaan dan keakraban begitu kental, memperlihatkan betapa kuatnya ikatan sosial di desa ini.

Pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara dijadwalkan akan berakhir sekitar pukul 4 sore, dilanjutkan dengan doa bersama. Momen ini bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi dan memohon keberkahan untuk musim tanam berikutnya. Mapag Sri di Desa Manguntara menjadi bukti nyata bagaimana tradisi mampu menyatukan masyarakat dalam suka cita dan rasa syukur.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!