Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

Sumur BDA-004 Semburkan Gas, Suasana Malam Pagedangan Mencekam, Prosedur RIG Dipertanyakan

61
×

Sumur BDA-004 Semburkan Gas, Suasana Malam Pagedangan Mencekam, Prosedur RIG Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id__ — Suasana mencekam menyelimuti lokasi pekerjaan perawatan Sumur BDA-004 di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Kamis (1/10/2026) malam.

Sumur tersebut merupakan bagian dari kegiatan PT Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field, dengan pekerjaan perawatan yang dikerjakan menggunakan RIG Adi 12 milik PT Sinar Adi Putratama.

Sejumlah pemerhati teknis menyoroti pelaksanaan pekerjaan di lokasi. Mereka menduga terdapat tahapan pekerjaan yang tidak dilakukan dan pelaksanaan RIG disebut tidak sepenuhnya sesuai dengan program yang ditetapkan Pertamina.

“Kalau melihat kondisi dan tahapan pekerjaannya, ada step yang diduga tidak dilakukan. Ini perlu diperiksa karena menyangkut keselamatan kerja,” ujar salah seorang pemerhati teknis.

Ia bahkan membandingkan insiden di Pagedangan dengan tragedi semburan lumpur di Sidoarjo. Menurutnya, perbedaannya terletak pada material yang keluar. Jika di Sidoarjo berupa lumpur, di Pagedangan yang dikhawatirkan adalah semburan gas.

“Gas jauh lebih berbahaya karena dapat terbakar dan membahayakan keselamatan warga apabila konsentrasinya tinggi,” katanya.

Memasuki malam hari, kondisi di sekitar lokasi dilaporkan semakin mencekam. Warga di sekitar lokasi harus mengungsi demi mengantisipasi risiko dari semburan gas.

Suara semburan angin disertai gemuruh terdengar dari ratusan meter, Pantauan sekitar pukul 19.55 WIB, kondisi di tempat kejadian masih belum banyak berubah.

Bau menyengat juga dilaporkan tercium hingga ratusan meter dari garis pengamanan. Bahkan, partikel atau embun tipis yang diduga membawa minyak mentah terbawa angin dan menempel pada area yang dilalui hembusan udara.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama terkait potensi bahaya gas, sumber api, serta dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kejadian dan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam pekerjaan perawatan Sumur BDA-004 masih memerlukan pemeriksaan resmi dari pihak berwenang dan perusahaan terkait.

Suarapantura.id masih berupaya meminta penjelasan resmi dari PT Sinar Adi Putratama dan PT Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field terkait kronologi kejadian, standar keselamatan yang diterapkan, serta dugaan adanya tahapan pekerjaan yang tidak sesuai program.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!