Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kesehatan

Kinerja Pemkab Indramayu Berbuah Manis: Stunting Turun Drastis, Jadi Terendah Kedua di Jawa Barat

82
×

Kinerja Pemkab Indramayu Berbuah Manis: Stunting Turun Drastis, Jadi Terendah Kedua di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, suarapantura.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu kembali mengukir prestasi gemilang dalam upaya penurunan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di Indramayu berhasil ditekan secara signifikan, dari 18,4% menjadi 9,8% hanya dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian ini menempatkan Indramayu sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Barat.

Keberhasilan luar biasa ini merupakan hasil nyata dari komitmen kuat dan sinergi lintas sektor dalam menjalankan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. Wakil Bupati Syaefudin menegaskan hal tersebut saat menghadiri Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat.

“Kabupaten Indramayu berkomitmen teguh melaksanakan 8 Aksi Konvergensi sebagai langkah nyata menurunkan stunting. Dengan sinergi dan peningkatan kualitas layanan, kami yakin target penurunan stunting dapat tercapai,” ujar Syaefudin.

Berbagai intervensi strategis menjadi kunci sukses. Intervensi spesifik mencakup pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, distribusi tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri dan calon pengantin, serta peningkatan cakupan ASI eksklusif.

Sementara itu, intervensi sensitif berfokus pada peningkatan akses air minum layak yang kini mencapai 86,2% dan sanitasi layak hingga 97,96%, diiringi pendampingan keluarga berisiko stunting dan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran, Pemkab Indramayu menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas pencegahan stunting tahun 2025. Peran lebih dari 5.000 kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di desa-desa pun diperkuat.

Dinas Kesehatan Indramayu mencatat beberapa indikator vital telah melampaui target nasional, seperti cakupan pelayanan KB pasca persalinan (96,35%) dan persentase desa/kelurahan bebas buang air besar sembarangan (100%).

TPPS Provinsi Jawa Barat pun memberikan apresiasi tinggi dan berharap Indramayu terus berinovasi hingga mencapai target zero stunting.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!