Indramayu Jadi Prioritas Utama Program Irigasi Nasional untuk Ketahanan Pangan
Bandung, Jawa Barat, suarapantura.id – Kabupaten Indramayu, salah satu lumbung pangan nasional, kembali menegaskan posisinya sebagai prioritas dalam program irigasi nasional yang dicanangkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025. Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Mekanisme Desk Pelaksanaan Inpres Tahap II yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Bandung pada Senin (2/6/2025).
Kepala BBWS Citarum, Mochammad Dian Al Ma’ruf, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahap I yang telah mencakup 14 provinsi. “Fokus kita saat ini adalah tahapan perencanaan, menunggu penetapan resmi dari Bappenas. Kriteria utama prioritas adalah swasembada pangan dan ketahanan pangan,” jelas Dian. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempersiapkan pelaksanaan fisik program pada tahun 2026.
Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyambut baik undangan ini, menyatakan bahwa air adalah kebutuhan mendasar dan berharap program ini mendapat perhatian khusus demi keberhasilan swasembada pangan. “Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sistem pengairan yang baik sangat penting bagi masyarakat Indramayu, terutama bagi petani yang kerap menghadapi permasalahan seperti kekurangan air,” ujarnya.
Dari Tim Verifikasi Pusat, Susan mengonfirmasi bahwa berdasarkan usulan terakhir ke Bappenas, Indramayu termasuk dalam 13 kabupaten/kota yang masuk daftar lokasi prioritas. Program ini menyoroti kesiapan infrastruktur irigasi, ketersediaan air dan lahan, kesiapan petani, serta kondisi kerawanan banjir di wilayah sasaran. Setelah konstruksi selesai, aset akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk pemeliharaan mandiri.
Tahun 2025 menjadi krusial dalam pengusulan kegiatan yang direncanakan untuk tahun 2026. Sosialisasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus berkoordinasi antara BBWS, pemerintah daerah, dan kementerian terkait guna memastikan keberhasilan Inpres No. 2 Tahun 2025 dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

















