INDRAMAYU, suarapantura.id –
Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Desa Tambi Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengambil langkah inovatif dalam mendukung ketahanan pangan dengan membudidayakan melon premium. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 dan sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menjadikan desa sebagai basis utama ketahanan pangan.
Sebanyak 700 bibit melon jenis premium dipindahkan ke dalam greenhouse seluas 450 meter persegi. Proses pindah tanam ini dipimpin oleh Ibu Hajjah Umiyati, pemilik kebun, yang didampingi oleh Kuwu Desa Tambi Lor, Hajjah Herawati, serta Ibu Elly dan Ibu Iis. Mereka mengenakan kostum bernuansa Merah-Putih, menambah semangat nasionalisme dalam kegiatan tersebut.
“Setelah 10 hari disemai, bibit melon tumbuh dengan baik. Kami menanam 700 bibit sebagai wujud dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan,” ujar Hajjah Umiyati.
Kuwu Tambi Lor, Hajjah Herawati, menyambut baik inisiatif ini. “Arahan Presiden Prabowo agar desa menjadi basis utama ketahanan pangan harus terus kita dorong. Selain padi, kini ada varietas baru, yaitu melon, yang bisa dibudidayakan di Indramayu. Program ini sangat positif karena melibatkan masyarakat desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Tambi Lor,” jelasnya.
Pemilihan melon sebagai komoditas budidaya didasari oleh kondisi iklim di Indramayu yang sangat mendukung. “Melon membutuhkan paparan sinar matahari minimal tujuh jam sehari, dan di Desa Tambi Lor, sinar matahari melimpah. Kami berharap, dengan izin Allah, buah melon ini bisa tumbuh besar dan manis,” tambah Hajjah Umiyati.
Rencananya, melon premium di greenhouse ini akan siap panen dalam kurun waktu sekitar 70 hari. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan komitmen PKK dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian.

















