INDRAMAYU, suarapantura.id – Semangat regenerasi petani di Indonesia kembali menyala, kali ini datang dari Ma’had Al-Zaytun di Indramayu. Di tengah kekhawatiran akan krisis petani muda, para pelajar di pesantren ini justru membuktikan sebaliknya dengan aktif belajar dan praktik pertanian sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler mereka.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi, seperti yang dirasakan Sidiq, seorang pelajar asal Indramayu. Ia mengaku mendapat materi dan praktik pertanian yang terperinci.
“Saya diajarkan materi maupun praktik mengenai pertanian secara terinci dan jelas,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Rijal, pelajar asal Karawang, yang optimistis bahwa melalui Ma’had Al-Zaytun, generasi muda akan menjadi petani modern yang tangguh.
”Dengan ilmu yang didapat di sini, kita akan makmurkan Indonesia raya lewat pertanian padi jenis unggul lainnya,” tegasnya.
Kebahagiaan dan optimisme itu mencapai puncaknya pada Senin, 4 Agustus 2025, saat para siswa merayakan panen perdana padi Koshihikari. Padi yang berasal dari Jepang ini menjadi daya tarik khusus bagi pesantren dan dikembangkan dengan metode unik bernama RATUN (Ratoon).
Metode RATUN memungkinkan tunas baru tumbuh dari sisa batang tanaman yang telah dipanen tanpa perlu memotongnya. Tunas ini kemudian berkembang menjadi anakan dan menghasilkan bulir padi kembali.
Keunggulan sistem ini sangat signifikan, karena petani dapat menghemat biaya produksi secara drastis sebab tidak memerlukan pengolahan lahan, proses penanaman, atau bibit baru untuk siklus panen berikutnya.
Panen kali ini adalah panen pertama dari padi Koshihikari yang ditanam oleh para pelajar Al-Zaytun. Dengan gembira, mereka membuktikan bahwa bertani bukan hanya pekerjaan berat, tetapi juga kegiatan yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Kehadiran petani muda yang bersemangat di Al-Zaytun ini menjadi contoh inspiratif bagi seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan inovasi pertanian, menunjukkan bahwa sektor agrikultur tetap menarik dan relevan bagi generasi muda.
Ma’had Al-Zaytun telah menjadi jembatan nyata menuju Indonesia yang lebih kuat melalui ketahanan pangan yang diwujudkan oleh tangan-tangan muda penuh optimisme.

















