Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Religi

Panen Berkah di Babadan: Zakat Pertanian Sejahterakan Ratusan Mustahik

49
×

Panen Berkah di Babadan: Zakat Pertanian Sejahterakan Ratusan Mustahik

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, suarapantura.id – Program “Babadan Berzakat” yang diinisiasi Pemerintah Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, kini menjadi sorotan positif. Pada tahun 2025 ini, desa tersebut berhasil menyalurkan zakat pertanian (maal) dari petani lokal kepada 219 penerima manfaat. Langkah ini tak hanya menjadi wujud syukur, tetapi juga respons nyata terhadap tanggung jawab sosial masyarakat agraris.

Kuwu (Kepala Desa) Babadan, Sugeng Sari Kuswanto, menjelaskan bahwa gagasan program ini sudah ada sejak lama. Terinspirasi dari mayoritas penduduk Babadan yang berprofesi sebagai petani, pedagang, dan nelayan, Sugeng ingin menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi jembatan untuk saling membantu dan membangun desa dari hasil bumi sendiri.

“Ada sekitar 150 hektare lahan sawah di Babadan, dengan hasil panen mencapai 900 ton per musim. Jika dihitung dengan harga Rp6.500/kg, nilai perputaran ekonomi bisa mencapai Rp5 miliar dalam satu musim. Namun, manfaatnya belum dirasakan merata oleh masyarakat. Dari situlah gagasan zakat pertanian ini muncul,” jelas Sugeng.

Tahun ini, total zakat yang terkumpul berupa beras mencapai 317,5 kilogram dan uang tunai sebesar Rp13.160.000. Uniknya, program ini juga melibatkan hasil denda dari pelanggaran aturan panen, seperti larangan bertani pada hari Jumat dan pembatasan waktu panen. Denda maksimal 3 kuintal gabah ini masuk ke Pendapatan Asli Desa (PAD) dan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat kurang mampu.

Secara keseluruhan, zakat pertanian yang terkumpul tahun ini mencapai 18 kuintal 17 kilogram beras, ditambah 60 kilogram dari hasil denda panen. Sebanyak 175 penerima manfaat mendapatkan masing-masing 5 kilogram beras. Selain itu, Pemerintah Desa Babadan juga menyisihkan dana sebesar Rp100.000 untuk 44 anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Sisa kas sebesar Rp2,2 juta akan dialokasikan untuk kebutuhan sosial berikutnya.

“Dengan zakat ini, kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. Dari petani Babadan, hasilnya kembali untuk masyarakat Babadan,” tegas Sugeng.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut hadir dalam acara penyaluran zakat, menyampaikan apresiasi tinggi atas program “Babadan Berzakat” ini. Ia menilai program ini sangat baik dan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program REANG, salah satunya “Indramayu Berzakat”.

“Program ini sangat baik. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ini bukan hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang tinggi. Saya harap ini bisa diterapkan juga di desa-desa lain di Indramayu,” ujar Wabup.

Syaefudin menambahkan bahwa zakat dapat menjadi alternatif mandiri untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, asalkan dikelola secara transparan dan profesional. “Transparansi dan keterbukaan sangat dibutuhkan agar kita bisa terhubung dengan masyarakat. Saya bangga dan mendukung penuh kegiatan ini agar bisa berkelanjutan. Harapan saya, petani Babadan makin subur, pertaniannya makmur, dan solidaritas sosial tetap terjaga,” pungkasnya.

Acara penyaluran zakat ditutup secara simbolis oleh Wakil Bupati Indramayu kepada perwakilan anak-anak yatim piatu, serta pembagian zakat beras kepada para lansia. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kekuatan sosial dalam membangun desa yang mandiri dan berkeadilan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!