Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Religi

Ratusan Jamaah Assyadatain Indramayu Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal

56
×

Ratusan Jamaah Assyadatain Indramayu Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal

Sebarkan artikel ini

Indramayu, Jawa Barat – Ratusan jamaah dari komunitas Assyadatain di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar salat IdulFitri 1446 Hijriah pada Minggu (30/3/2025) pagi. Pelaksanaan salat Id yang dipusatkan di Masjid Jami Nurul Huda Assyadatain, Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat ini dilaksanakan satu hari lebih cepat dari penetapan pemerintah yang jatuh pada Senin (31/3/2025).

Sejak pagi hari, ratusan jamaah yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Juntinyuat dan Karangampel tampak memadati area masjid. Dengan khusyuk, mereka melaksanakan rangkaian ibadah yang terdiri dari salat sunah Idulfitri dua rakaat, dilanjutkan dengan salat sunah Israk dan salat sunah Dhuha masing-masing dua rakaat.

Pelaksanaan salat dipimpin langsung oleh Imam Habib Zaenal Abidin, dengan khotbah Idulfitri disampaikan oleh Kiai Sobari Nahrawi. Dalam khotbahnya, Kiai Sobari mengajak seluruh jamaah Assyadatain untuk terus menjaga keimanan dan ketakwaan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh.

Menurut Imam Habib Zaenal Abidin, penetapan 1 Syawal 1446 H oleh jamaah Assyadatain merujuk pada metode perhitungan “Isneniyah” yang bersumber dari “Sulesyah”. Beliau menjelaskan bahwa dalam kalender “Tahun Zah”, awal Ramadan jatuh pada hari Sabtu Pahing. Dengan merujuk pada “Isneniyah”, awal puasa dimundurkan satu hari menjadi Jumat, sehingga setelah menjalani 30 hari puasa, 1 Syawal jatuh pada hari Minggu.

“Jamaah Assyadatain melaksanakan hari raya Idulfitri hari ini merujuk pada Isneniyah, yang mana rujukannya dari Sulesyah. Di Tahun Zah ini, awal Ramadan jatuh pada Sabtu Pahing, sehingga dengan metode Isneniyah, kita memulai puasa di hari Jumat dan berlebaran hari ini,” ujar Habib Zaenal.

Lebih lanjut, Habib Zaenal menambahkan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan ibadah ini tidak selalu terjadi setiap tahun. “Jamaah Assyadatain melaksanakan ibadah puasanya lebih duluan, namun terkadang juga bersamaan dengan ketetapan pemerintah. Jadi, setiap tahun tidak selalu berbeda,” jelasnya.

Selain di Desa Tinumpuk, pelaksanaan salat Idulfitri oleh jamaah Assyadatain di Kabupaten Indramayu juga dilaporkan berlangsung di Desa Segeran dan Desa Karangsong. Pelaksanaan ibadah berjalan dengan lancar dan khidmat, menunjukkan kekompakan dan keyakinan jamaah Assyadatain dalam menjalankan ajaran agama yang mereka yakini. Perbedaan penetapan awal Syawal ini menjadi bagian dari keberagaman dalam praktik keagamaan di Indonesia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!