Indramayu, suarapantura.id – Ratusan warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, kembali melakukan unjuk rasa memadati jalan dan area depan kantor desa, pada Jumat (11/7/2025).
Aksi unjuk rasa kali ini yang kedua, mereka menuntut Kepala Desa Sukaslamet untuk mematuhi kesepakatan bersama atau mundur dari jabatannya.
Aksi mengusung nama “Warga Sukaslamet Bersatu Suara Warga, Lawan Manipulasi Kuwu,” massa mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan kepala desa yang mereka sebut “Kuwu Mledre.”
Koordinator Aksi, Duri, dalam orasinya dengan lantang menyatakan, “Innalilahi wa innailaihi rojiun, telah meninggal pemerintahan Desa Sukaslamet, dalam hal ini tidak Kuwu Mledre!”
Aksi kali ini diwarnai dengan elemen seni tradisional ruatan, menampilkan pertunjukan berokan ruat dan kuda lumping. Sebagai simbol matinya pemerintahan desa, massa juga meletakkan keranda mayat di depan kantor desa.
Duri, menegaskan komitmen warga untuk perubahan. “Kami sepakat bersama masyarakat, pada demo jilid pertama, jika tidak diperbaiki, kami akan demo dengan massa yang lebih besar, untuk perubahan Desa Sukaslamet lebih baik. Suara yang dijanjikan perubahan tapi nyatanya masih nol. Kuwu Mledre mengatur-atur kursi jabatan, dan kami di sini menolak kepemimpinan curang dan manipulasi,” ujarnya.
Massa sempat berupaya menerobos barikade pagar betis aparat Polres Indramayu dan anggota Kodim 1616, namun berhasil dipukul mundur.
Kekecewaan memuncak, massa kemudian melampiaskannya dengan membakar ban mobil. Pihak keamanan dari Polres Indramayu dan Kodim 1616 Indramayu tetap bersiaga untuk menjaga kondusivitas.

















