INDRAMAYU, suarapantura.id –
Serangan hama tikus sering meresahkan petani padi di Indramayu, kini mulai teratasi berkat inovasi sederhana namun efektif yang diterapkan oleh seorang petani.
Joko, seorang petani dari Desa Manguntara, Kecamatan Kertasmaya, berhasil mengamankan persemaian (winih) padinya dari serangan tikus dengan menggunakan Viber berwarna biru. Pada Senin, (11/08/2025).
Sebelumnya, Joko dan petani lainnya kerap mengalami kerugian besar akibat winih yang rusak parah. Mereka biasanya menggunakan plastik khusus wingi yang transparan berwarna putih untuk melindungi persemaian, namun cara tersebut tidak efektif karena mudah dibobol oleh tikus.
”Dulu, winih saya sering habis dimakan tikus. Sudah pakai plastik biasa, tapi tetap saja jebol,” tutur Joko.
Setelah beralih menggunakan plastik Viber biru, Joko merasakan perbedaan signifikan.
”Sekarang aman, winih saya tidak ada lagi yang dimakan tikus. Plastik Viber ini lebih kuat dan tidak bisa ditembus,” tambahnya.
Penggunaan Viber biru ini dinilai lebih aman dibandingkan dengan metode lain yang berisiko, seperti penggunaan setrum tikus. Di Indramayu sendiri, sudah banyak petani yang menjadi korban akibat sengatan listrik saat mencoba mengendalikan hama tikus dengan cara tersebut.
Plastik Viber ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian dengan berbagai pilihan ukuran dan ketebalan, sehingga mudah dijangkau oleh petani.
Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis dan aman bagi petani lain untuk melindungi hasil panen mereka dari hama tikus yang merugikan.

















