Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

Pedagang Pasar Wanguk Kecewa, Bupati Tak Temui Mereka Meski Sudah Aksi Duduk di Jalan

58
×

Pedagang Pasar Wanguk Kecewa, Bupati Tak Temui Mereka Meski Sudah Aksi Duduk di Jalan

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id

‎Ratusan pedagang Pasar Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Senin (25/8/2025).

Mereka menuntut kejelasan nasib pasar yang akan direvitalisasi, namun lagi-lagi kecewa karena tak bisa bertemu langsung dengan Bupati.

‎Aksi yang dipimpin Koordinator, Edi Manguntopo, merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang belum juga mendapat respons jelas dari Pemkab Indramayu.

‎Edi menyoroti sikap arogan Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungwungu yang tetap ngotot membongkar pasar.

‎”Sudah beberapa kali kami melakukan audiensi. Harapan kami sebenarnya ingin Bupati Indramayu turun langsung menemui kami, namun sampai aksi kali ini, Bupati Indramayu seolah enggan menemui kami,” ujar Edi dengan nada kecewa.

‎Kekecewaan kian memuncak saat perwakilan pedagang yang melakukan audiensi hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), didampingi Satpol PP dan Kabag OPS Polres Indramayu.

‎Menanggapi situasi ini, para pedagang meluapkan kekecewaan dengan duduk di tengah jalan depan gerbang pendopo, sebagai bentuk protes.

‎Ami, salah satu pedagang, mempertanyakan sikap Bupati yang tidak mau menemui mereka padahal berada di Pendopo.

‎”Kami melakukan aksi duduk di tengah jalan ini sebagai bentuk protes. Tidak seperti saat kampanye, beliau datang meminta dukungan, dan kami pun menyampaikan aspirasi. Sekarang, pasar akan dibongkar tapi Bupati tidak melakukan tindakan nyata untuk membela kami, bahkan menemui kami pun enggan,” katanya dengan kesal.

‎Hingga aksi berakhir, Bupati Indramayu tetap tidak menemui para peserta aksi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!