INDRAMAYU, suarapantura.id –
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Indramayu berujung ricuh. Sejumlah mahasiswa diamankan oleh aparat kepolisian setelah terjadi kericuhan dan upaya perusakan saat demonstrasi.
Aksi solidaritas terkait tewasnya seorang pengemudi ojek daring di Jakarta ini bermula dengan memblokade Jalan Gatot Subroto, Indramayu. Aksi ini menyebabkan lalu lintas terhambat dan memaksa petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas.
Menurut pantauan di lokasi, ketegangan mulai memuncak saat sekelompok massa aksi berusaha menerobos barikade petugas. Aksi tersebut diikuti dengan pelemparan petasan dan batu ke arah barisan polisi. Tak hanya itu, massa juga membakar ban dan pembatas jalan sebagai simbol matinya demokrasi.
Kapolres Indramayu, AKBP Fajar Gemilang, membenarkan adanya kericuhan tersebut.
“Ada beberapa mahasiswa yang kami amankan terkait perusakan pagar Mapolres dan mengganggu ketertiban umum,” ujar Fajar.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah mahasiswa yang terlibat kericuhan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Indramayu untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Situasi di lokasi kini sudah kembali kondusif.

















