INDRAMAYU, suarapantura.id —
Aspirasi masyarakat untuk membentuk Kabupaten Indramayu Barat sebagai daerah otonomi baru (DOB) semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung calon lokasi ibu kota, momentum ini diperkuat dengan penyerahan simbolis miniatur tugu nol kilometer oleh Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA INBAR) pada Minggu (31/08/2025).
Aksi simbolis ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Lucky Hakim ke Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, yang digadang-gadang sebagai pusat pemerintahan Indramayu Barat. Dalam kunjungannya, Lucky Hakim menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan merealisasikan pemekaran wilayah.
”Saya sangat berterima kasih dan mendukung langkah-langkah yang diambil dari teman teman FOSMA INBAR,” ungkap Lucky Hakim, seraya menyebut bahwa berdasarkan kajian Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2021, Desa Sukaslamet memang ideal untuk menjadi ibu kota baru.
Sementara itu, H. Rohman dari FOSMA INBAR menegaskan bahwa penyerahan miniatur ini lebih dari sekadar seremonial. “Ini adalah bukti keseriusan kami dalam mewujudkan Kabupaten Indramayu Barat,” ujarnya. Miniatur tugu ini menjadi penanda historis, sekaligus pengingat atas perjuangan yang telah bergulir selama bertahun-tahun.
Pemekaran ini diyakini akan mengatasi ketidakmerataan pembangunan dan pelayanan publik akibat wilayah Indramayu yang sangat luas. Dengan DOB Indramayu Barat, rentang kendali pemerintahan diharapkan menjadi lebih efektif, yang pada akhirnya akan mempercepat kemajuan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Meski proses pemekaran sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat, dukungan kuat dari pemerintah daerah dan semangat perjuangan masyarakat menjadi modal utama. Penyerahan miniatur tugu nol kilometer ini menjadi pengingat bahwa cita-cita memiliki kabupaten sendiri kini terasa semakin dekat.

















