SUMEDANG, suarapantura.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengambil langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan masker masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya paparan abu vulkanik.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta masyarakat tidak berlebihan dalam membeli masker. Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan panic buying yang justru berpotensi menyebabkan kelangkaan serta mendorong kenaikan harga di pasaran.
Menurut Dony, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah apabila terjadi lonjakan permintaan masker Pemkab Sumedang akan memfasilitasi kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan masker secara gratis apabila stok di pasaran menipis atau harga mengalami kenaikan.
“Jangan panic buying. Masyarakat tidak perlu membeli masker secara berlebihan. Pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan masker masyarakat,” kata Dony di Sumedang, Selasa.
Ia menjelaskan, pembagian masker gratis nantinya dapat dilakukan di sejumlah lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya membantu warga mendapatkan alat pelindung, tetapi juga menjaga harga masker tetap terkendali.
Di sisi lain, Pemkab Sumedang meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi kualitas udara. Warga yang memiliki sensitivitas terhadap polusi dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah, terlebih ketika kondisi udara memburuk.
Dony menyebut kualitas udara Sumedang pada Selasa mengalami peningkatan polusi dibandingkan hari sebelumnya. Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan.
Pemkab Sumedang juga terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi terkait kualitas udara dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta unsur kesehatan.
“Kami akan terus melakukan ini dengan mengatasinya dengan ilmu dan data. Kami datangkan BMKG, unsur kesehatan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang, mengikuti perkembangan informasi resmi, serta tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan.

















