Ratusan santri kampung di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi bambu api dan pesta petasan dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Tradisi tahunan ini menjadi bentuk suka cita para santri dalam menyambut bulan penuh berkah.
Santri senior di Desa Segeran Kidul memainkan petasan renteng berukuran besar dengan cara memutarnya menggunakan tangan kosong, berkeliling pondok pesantren di Kampung Gondang. Selain itu, mereka juga memainkan bambu api yang diputar dengan kecepatan tinggi, menciptakan atraksi spektakuler yang mengundang decak kagum.
Kemeriahan semakin terasa dengan pawai obor serta lantunan musik drum band bernuansa islami. Ratusan santri berarak keliling desa, mengumumkan kepada masyarakat bahwa bulan suci Ramadhan telah tiba.
Baca Juga:
- https://suarapantura.id/harga-ayam-dan-sayur-meroket-jelang-ramadan-wakil-bupati-indramayu-turun-tangan/
- https://suarapantura.id/tekanan-darah-tinggi-ini-5-tips-ampuh-yang-wajib-kamu-coba-dijamin-turun-drastis/
- https://suarapantura.id/pulang-kampung-disambut-haru-robiin-buang-sial-ceburkan-diri-ke-sungai/
- https://suarapantura.id/ratusan-warga-drunten-wetan-geruduk-kantor-desa-tuntut-transparansi-dana/
Pengasuh santri Kampung Gondang, Ustaz H. Nasrullah, mengatakan bahwa tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan melibatkan sekitar 200 santri serta 300 siswa, masyarakat, dan tokoh pemuda.
“Perayaan hari besar Islam memang identik dengan atraksi petasan. Ini menjadi simbol kebahagiaan menyambut Ramadhan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari warga sekitar. Selain sebagai hiburan, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar santri dan masyarakat.

















