Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

Kebakaran Gunung Ciremai, 100 Personel Dikerahkan, Dedi Mulyadi Siapkan Water Bombing

55
×

Kebakaran Gunung Ciremai, 100 Personel Dikerahkan, Dedi Mulyadi Siapkan Water Bombing

Sebarkan artikel ini

Kuningan, suarapantura.id – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih dalam penanganan personel gabungan. Sekitar 100 personel dikerahkan untuk memadamkan api, membuat sekat bakar, dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan vegetasi rapat.

Personel gabungan berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), TNI-Polri, Satpol PP, Damkar, Masyarakat Peduli Api, relawan pecinta alam, serta warga setempat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung memantau sekaligus ikut melakukan pemadaman pada Kamis (22/10/2026). Ia mengajak masyarakat dan komunitas untuk bergotong royong membuat sekat bakar guna menghambat perambatan api. Warga yang terlibat dalam upaya tersebut dijanjikan honor Rp250.000 per hari.

Dedi juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan melalui koordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan hujan buatan. Selain itu, pemadaman dari udara menggunakan helikopter dengan metode water bombing akan diupayakan.

“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” ujarnya saat berada di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, mengatakan pemantauan titik panas (hotspot) dan arah angin terus dilakukan dari posko lapangan. Petugas juga menyisir area terdampak untuk memadamkan bara dan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Kami pun menyiagakan personel di titik-titik rawan perbatasan sekat bakar hingga malam hari,” kata Teten.

Untuk mendukung keselamatan petugas, tim gabungan telah mendapat pasokan air minum, makanan, serta alat pelindung diri berupa masker, kacamata pelindung, dan helm. Koordinasi dengan Pemkab Kuningan, BTNGC, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus dilakukan.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan berbukit dan berbatu, akses kendaraan yang terbatas, hingga angin kencang yang berubah arah. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya titik api baru. Sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran turut menyulitkan penanganan.

Kebakaran dilaporkan terjadi di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan, pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon pinus.

Hingga kini, luas area yang terbakar masih dalam pendataan. Meski sebagian titik api berhasil dipadamkan, petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi perambatan api dan kemungkinan kebakaran kembali.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!