Indramayu, suarapantura.id – Masyarakat pesisir Eretan Wetan siap menyambut gelaran Pesta Laut (Nadran) 2025 dengan serangkaian acara meriah yang memadukan tradisi, hiburan, adat budaya dan religi. Perayaan tahunan ini akan berlangsung selama beberapa hari, dimulai pada Jumat, 13 Juni 2025, dan dipastikan akan menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah di hari H.
Acara pada Jumat pagi dengan senam sehat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang diikuti oleh warga dari tiga desa: Parean, Karang Sinom, dan Eretan Wetan. Kegiatan ini dimeriahkan organ tunggal dan beberapa artis dan hadiah door prize berupa alat-alat dapur, menambah semangat peserta. Malam harinya, hiburan organ tunggal akan memanjakan telinga warga, berlanjut hingga esok hari.
Sabtu akan menjadi panggung bagi hiburan organ tunggal nelayan arad, menampilkan bakat-bakat lokal dalam irama musik. Puncak acara Nadran akan berlangsung pada Malam Minggu dengan pertunjukan wayang kulit. Keesokan harinya, Minggu siang, masyarakat akan dihibur dengan sandiwara Wiramandala yang dilanjutkan dengan prosesi sakral pelarungan miniatur kapal. Ratusan perahu nelayan akan turut serta akan mengawal dan mengarak miniatur kapal, menciptakan pemandangan yang megah di tengah laut.
Rangkaian acara ditutup pada Senin malam Selasa dengan kegiatan nelayan bersholawat yang akan dipimpin langsung oleh Gus Aldi dari Karawang. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan hadrah Alfulain dari Gabus, sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) Koperasi Perikanan Laut (KPL) Misaya Mina yang ke-99.
Ketua Koperasi Rasgianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan dan memfasilitasi pembentukan panitia Nadran 2025. “Alhamdulillah, panitia sudah terbentuk dan perizinan dari desa, kecamatan, Polsek, hingga Polres sudah kami kantongi,” ujarnya pada Jumat (13/06/2025).
Senada dengan itu, Ketua Panitia Nadran, Surika atau akrab dipanggil Jiwang, memohon doa restu dari seluruh pihak agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan sukses. Pesta Laut Eretan Wetan 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk melestarikan tradisi bahari dan mempererat tali persaudaraan antar warga.

















