Indramayu , suarapantura.id — Warga Desa Puntang dan Desa Jangga, Kabupaten Indramayu, mendesak pemerintah segera menangani kondisi tanggul Kali Surna-Cipanas yang mengalami keretakan parah dan dinilai mengancam keselamatan warga menjelang musim hujan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memburuk apabila tidak segera dilakukan penanganan. Warga meminta pemerintah tidak menunggu sampai tanggul jebol dan menyebabkan banjir yang berdampak terhadap permukiman, lahan pertanian, maupun perikanan.
Tokoh masyarakat Desa Puntang, H. Warno, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait sejak April 2026. Namun, hingga kini menurutnya belum ada tindak lanjut yang dirasakan masyarakat.
“Kami memohon kepada Gubernur Jawa Barat Bapak KDM dan Bupati Indramayu Bapak Lucky Hakim agar kondisi tanggul Kali Blok Surna-Cipanas segera ditangani. Saat ini keretakannya sudah cukup parah,” ujar H. Warno, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, warga khawatir kondisi tanggul semakin kritis ketika debit air sungai meningkat saat musim penghujan.
“Kami sudah berupaya menyampaikan persoalan ini sejak April sampai sekarang, tetapi belum ada tindak lanjut dari pihak terkait maupun pemerintah daerah,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan sesepuh masyarakat Desa Puntang, H. Warum. Ia mengatakan keretakan tanggul saat ini perlu menjadi perhatian serius karena musim hujan diperkirakan segera tiba.
“Kondisi tanggul sekarang sangat memprihatinkan. Keretakannya sudah parah. Kami khawatir terjadi banjir seperti kejadian sebelumnya. Karena itu, kami memohon pihak terkait segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap penanganan tidak sebatas perbaikan darurat, tetapi dilakukan secara permanen dengan konstruksi yang kuat dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Selain penguatan tanggul, masyarakat juga meminta dilakukan normalisasi aliran Kali Surna-Cipanas, terutama pada bagian yang mengalami sedimentasi. Pengerukan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung dan aliran sungai sehingga tekanan terhadap tanggul dapat dikurangi.
Warga Desa Puntang dan Jangga berharap pemerintah daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis dan menentukan langkah penanganan sebelum musim hujan tiba.
Bagi masyarakat, perbaikan tanggul bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan warga dan perlindungan terhadap permukiman serta lahan produktif di sekitar aliran sungai.

















