INDRAMAYU, suarapantura.id – Ramainya pengunjung dalam acara Unjungan Mbah Buyut Dolog di Desa Kapringan, Kecamatan kerangkeng, Kabupaten Indramayu, menjadi berkah tersendiri bagi Komar, pedagang es teh manis asal Kertasemaya. Dalam hitungan jam, ratusan gelas minuman dingin dibawanya ludes terjual.
Komar memanfaatkan keramaian acara karnaval, unjungan, hingga pesta hajatan untuk menjajakan minuman buatannya. Ia mengaku, setiap mengikuti acara besar, biasanya membawa sekitar 300 gelas es teh dengan harga Rp5.000 per gelas.
“Kalau jualan di acara besar, biasanya saya membawa 300 gelas. Semuanya bisa habis, apalagi cuacanya sedang panas seperti ini,” ujar Komar. Pada Minggu, 15 Oktober 2026.
Dengan harga tersebut, penjualan 300 gelas es teh menghasilkan omzet sekitar Rp1.500.000 jika seluruhnya terjual. Komar mengatakan, ia berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB dan dagangannya sudah habis sekitar pukul 11.00 WIB.
Es teh yang dijualnya dibuat sendiri dengan pilihan rasa gula aren dan gula pasir. Minuman dingin itu menjadi pilihan pengunjung yang membutuhkan kesegaran di tengah teriknya cuaca dan ramainya hiburan.
Komar mengaku tidak berjualan setiap hari di satu tempat. Ia mengikuti jadwal acara hiburan atau panggungan di berbagai daerah. Selain di Indramayu, ia juga kerap berjualan di wilayah Cirebon saat ada acara karnaval sound system.
“Kalau jaraknya jauh, saya paling membawa 200 gelas es teh,” katanya.
Bagi Komar, keramaian acara hiburan bukan hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil. Dengan mengikuti jadwal acara yang ramai pengunjung, ia berupaya memanfaatkan momentum untuk memperoleh penghasilan.
Kisah Komar menunjukkan bagaimana kegiatan budaya dan hiburan masyarakat turut menggerakkan ekonomi kecil, mulai dari pedagang minuman hingga pelaku usaha lainnya yang hadir di tengah keramaian.
















