Indramayu, – Ketua Persatuan Jurnalis Indramayu Barat (PJIB), Alfan Satori, melayangkan kecaman keras terhadap tindakan kekerasan yang menimpa Hadi, seorang jurnalis dari media Hadejabar. Insiden tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat Hadi tengah melakukan investigasi terkait dugaan pencemaran lingkungan yang disinyalir berasal dari sebuah peternakan ayam.
Akibat tindakan brutal oknum yang belum diketahui identitasnya, Hadi mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ini sontak menuai reaksi keras dari kalangan jurnalis, tak terkecuali dari PJIB Indramayu Barat.
Alfan Satori, yang akrab disapa Dewa, menyampaikan kepada awak media bahwa pihaknya sangat mengecam tindakan kekerasan yang dialami oleh rekan sejawatnya. “Saya pribadi sangat mengecam keras atas perbuatan kekerasan yang dilakukan oknum terhadap jurnalis yang dalam melaksanakan tugas investigasi terhadap kebenaran atas pencemaran lingkungan yang diduga bersumber dari sebuah peternakan ayam,” tegas Dewa dengan nada geram.Kamis (10/4/2025).
Lebih lanjut, Dewa menyatakan bahwa PJIB sebagai organisasi yang menaungi para jurnalis di wilayah Indramayu Barat merasa sangat prihatin dan tidak dapat mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap pekerja media yang tengah menjalankan tugas profesionalnya.
“Kami selaku Ketua Persatuan Jurnalis Indramayu Barat (PJIB) dengan adanya tindakan kekerasan yang terjadi kepada sesama profesi (jurnalis) sangat mengecam perbuatan yang dilakukan oleh oknum,” ujarnya.
Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini. “Serta berharap kepada Aparat penegak hukum (APH) agar bisa menangkap para pelaku serta memproses secara hukum yang ada,” tandasnya.
Dewa menekankan pentingnya memberikan perlindungan maksimal kepada jurnalis dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan publik. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. “Sehingga jangan sampai terjadi kembali tindakan-tindakan kekerasan terhadap jurnalis oleh para oknum kedepannya,” pungkasnya.
Kecaman dari PJIB Indramayu Barat ini menambah daftar panjang solidaritas dari berbagai organisasi jurnalis dan pegiat pers di Jawa Barat, yang menuntut agar pelaku kekerasan terhadap Hadi segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi jurnalis dalam mengungkap fakta dan kebenaran di lapangan.

















