Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

DPRD Indramayu Soroti Masalah Pertanian hingga Pinjol dalam Laporan Reses

58
×

DPRD Indramayu Soroti Masalah Pertanian hingga Pinjol dalam Laporan Reses

Sebarkan artikel ini

Indramayu, Jawa Barat – Anggota DPRD Kabupaten Indramayu menyampaikan laporan hasil reses masa persidangan I tahun 2025 dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis (27/2/2025). Laporan ini berisi berbagai permasalahan yang ditemukan di daerah pemilihan masing-masing, mulai dari sektor pertanian hingga masalah sosial.

Fraksi Partai Golkar, melalui juru bicaranya Abdul Rojak, menyoroti beberapa isu penting, di antaranya:

* Pertanian: Lambatnya proyek BWWS, kerusakan infrastruktur jalan, dan pendangkalan sungai.

* Kesehatan: Kualitas pelayanan kesehatan yang buruk dan masalah jaminan kesehatan.

* Pendidikan: Pengangkatan tenaga honorer dan penempatan jabatan struktural yang dinilai tidak transparan.

* Sosial: Maraknya judi online, game online, dan pinjaman online (pinjol) yang kurang ditangani serius.

* Keamanan: Maraknya geng motor dan peredaran obat terlarang.

Fraksi PDI Perjuangan, yang diwakili oleh Lina Hilmia, menyampaikan hasil resesnya yang meliputi:

* Kesehatan: Tinjauan ulang program UHC karena tidak sesuai aturan BPJS.

* Pendidikan: Peningkatan status hukum tenaga pendidik dan masalah penahanan ijazah.

* Pertanian: Distribusi pupuk bersubsidi yang tidak merata dan lambatnya modernisasi saluran pertanian.

* Infrastruktur: Banyaknya jalan dan bangunan yang rusak.

* Sosial: Pengelolaan dana desa yang tidak transparan.

* BUMD: Perbaikan sistem pelayanan dan tarif Perumdam yang dinilai mahal.

Fraksi PKB juga menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:

* Kesehatan: Peningkatan mutu pelayanan RSUD Indramayu dan penghapusan denda BPJS.

* Pendidikan: Perbaikan ruang kelas yang rusak dan pengangkatan guru honorer.

* Ekonomi: Penertiban bank keliling/emok dan pendampingan UMKM.

* Pertanian: Masalah subsidi pupuk.

* Infrastruktur: Penerangan jalan umum (PJU), perbaikan jalan berlubang, dan relokasi pedagang pasar.

Fraksi Gerindra, melalui Deden, menyoroti:

* Pendidikan: Kondisi ruang kelas yang tidak layak dan nasib tenaga honorer.

* Pertanian: Perbaikan saluran irigasi dan pemantauan harga gabah.

* Kesehatan: Sosialisasi BPJS.

* Infrastruktur: Pemerataan PJU.

* Lingkungan: Penataan tempat pembuangan sampah (TPS).

Fraksi PKS-Perindo dan Fraksi Partai Demokrat-Perindo juga menyampaikan laporan reses mereka, namun poin-poinnya tidak dirincikan dalam artikel ini.

Hasil reses ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!