Indramayu, suarapantura.id – Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hari ini menjadi salah satu titik fokus Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara nasional. Meski acara utama berpusat di Bengkayang, Kalimantan Barat, kegiatan panen serentak di Kawasan Hutan Perum Perhutani Blok Bangka, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Indramayu, turut disaksikan melalui video conference yang dihadiri sejumlah pejabat penting.
Dari Indramayu, hadir Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Aster Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf. Muhammad Iqbal Lubis, serta Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin. Turut serta perwakilan dari Polres Indramayu, Kodim 0616/Indramayu, Kejaksaan Negeri Indramayu, Forkopimda, dan perwakilan kelompok tani setempat.
Apresiasi dan Target Produksi Jagung Jawa Barat
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polda Jabar dan Pemerintah Kabupaten Indramayu atas kontribusi mereka dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya jagung. Erwan menyoroti posisi Jawa Barat yang saat ini menempati peringkat ke-8 nasional dalam produksi jagung.
“Provinsi Jawa Barat saat ini menempati peringkat ke-8 nasional dalam produksi jagung, namun masih jauh dari potensi maksimal yang kita miliki,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa produksi jagung di Jawa Barat pada tahun 2024 mencapai 1,845 juta ton dari lima kabupaten utama. Untuk tahun 2025, target produksi ditetapkan sebesar 1,3 juta ton dari areal tanam seluas 122.644 hektare, dengan Indramayu diharapkan menjadi tulang punggung.
“Jika potensi lahan kering dan tadah hujan dapat dioptimalkan, Indramayu bisa jadi pusat produksi jagung terbesar di Jabar,” tegas Erwan, optimistis.
Peran Penting Polda Jabar dalam Swasembada Pangan
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menambahkan, Gerakan 1 Juta Hektare Jagung adalah upaya nyata untuk mewujudkan swasembada pangan, mengurangi impor, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Polda Jabar tidak hanya mendukung dari sisi pengamanan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada petani, mengawal distribusi pupuk, dan mengawasi praktik mafia pangan.
“Polda Jabar mendukung tidak hanya dari sisi pengamanan, tapi juga pendampingan petani, pengawalan distribusi pupuk, dan pengawasan terhadap mafia pangan,” jelasnya.
Irjen Rudi juga mengungkapkan bahwa pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I sebelumnya, hasil panen mencapai lebih dari 677 ton dari lahan seluas 67,7 hektare. Ia berharap capaian panen di kuartal II ini akan meningkat signifikan.
“Kami mengajak semua pihak menjaga semangat gotong royong demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Ini bukan sekadar panen, ini simbol kemandirian bangsa,” pungkasnya.
Komitmen Polri untuk Ketahanan Pangan
Secara terpisah, Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno, menegaskan bahwa Polri senantiasa mendukung penuh program pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran Polri merupakan bentuk komitmen sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di Indramayu ditutup dengan penyerahan alat bantu pertanian, pemetikan jagung secara simbolis, serta pemberian paket sembako kepada kelompok tani. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif, berakhir pada pukul 12.20 WIB.

















