Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

Ketua L- Musentra Adung Abdulgani Kecam Keras Dugaan Penghinaan Seniman oleh Oknum Polisi

74
×

Ketua L- Musentra Adung Abdulgani Kecam Keras Dugaan Penghinaan Seniman oleh Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id – Ketua L- Musentra (lembaga Musik Seniman Pantura) Adung Abdulgani menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan penghinaan terhadap seniman yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas unggahan di media sosial yang viral, di mana seorang pengguna bernama Adung Abdulgani mengungkapkan kekecewaannya terhadap bahasa yang dinilai tidak etis dan cenderung menghina yang dilontarkan oleh oknum polisi tersebut kepada para seniman di wilayah Cirebon dan Subang.

Dalam unggahannya, Adung Abdulgani menyatakan bahwa kemarahan para seniman di tiga wilayah Cirebon dan Subang adalah wajar, mengingat bahasa yang digunakan oleh oknum tersebut sangat tidak pantas. Ia berharap agar pimpinan Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri segera mengambil tindakan tegas dan membina anggotanya agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menjadi contoh buruk bagi institusi kepolisian.

“Wajar kalau semua saudara-saudara seniman sewilayah tiga Cirebon, dan Subang marah kepada oknum polisi tersebut, karena memang bahasa yang dilontarkan oknum tersebut kurang etis dan cenderung menghina,” tulis Adung Abdulgani dalam unggahannya. Minggu, (20/04/2025).

 

Lebih lanjut, ia menekankan harapannya agar institusi kepolisian, khususnya Divisi Propam, dapat bertindak cepat dalam menangani permasalahan ini. “Harapan kami pimpinan Institusi Kepolisian Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri segera menindak dan membina anggotanya tersebut sehingga tidak menjadi tauladan buruk bagi institusi tersebut,” tegasnya.

Unggahan tersebut kemudian dikomentari oleh pengguna lain bernama Raden Chu Laeng yang menyampaikan salam budaya dengan nada merendah hati. Meskipun demikian, fokus utama dari unggahan awal adalah kekecewaan dan tuntutan tindakan terhadap oknum polisi yang diduga melakukan penghinaan terhadap para seniman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindakan oknum anggotanya tersebut. Namun, reaksi keras dari tokoh masyarakat dan para seniman menunjukkan betapa sensitifnya isu ini dan perlunya penanganan yang serius agar citra institusi kepolisian tetap terjaga.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!