INDRAMAYU, suarapantura.id –
Sebuah video viral di media sosial TikTok yang merekam dugaan kecurangan dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 34.45209 Jatibarang, Indramayu, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak pengelola. Video yang diunggah oleh akun @ibnusaechulaw pada Selasa, 5 Agustus lalu. memperlihatkan seorang pembeli yang tampak gugup mengisi solar menggunakan jeriken dan drum.
Dalam video tersebut, pembeli beralasan solar itu akan digunakan untuk kendaraan yang mogok di daerah Tambi. Namun, netizen yang melihat video tersebut menilai alasan itu tidak masuk akal.
Menanggapi kehebohan yang terjadi, Suara Pantura berhasil mewawancarai Apip, manajer SPBU Jatibarang. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, ia sedang berada di Cirebon untuk mengikuti pelatihan. Ia mendapatkan laporan dari karyawannya bahwa pembeli tersebut memiliki surat rekomendasi dari Dinas Pertanian Tambi.
”Waktu peristiwa itu, pembeli menunjukkan suratnya, dan kami dari pihak SPBU akan melayani jika pembelian ada suratnya. Tidak mungkin kami harus mengikuti pembeli sampai rumah untuk memastikan apakah itu untuk mesin pertanian atau tidak,” ujar Apip.
Apip juga membantah adanya pengisian solar hingga 200 liter menggunakan drum seperti yang terekam dalam video.
”Walaupun di video ada beberapa jeriken, tapi pembelian di SPBU kami hanya dua jeriken ukuran 15 liter, jadi total 30 liter,” tegasnya.
Apip menambahkan, pasca-kejadian tersebut, pihaknya dipanggil oleh Polsek Jatibarang serta SKK Migas Cirebon dan Indramayu untuk dimintai klarifikasi.
”Kami menerangkan apa adanya, dan untuk karyawan yang bertugas saat itu sudah kami berhentikan,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan dalam setiap transaksi di SPBU.

















