Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ekonomi & Pangan

Petani Kroya Jerit, Kuota BBM Bersubsidi Dipangkas Drastis, Ancam Gagal Panen

61
×

Petani Kroya Jerit, Kuota BBM Bersubsidi Dipangkas Drastis, Ancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

Indramayu – Puluhan petani dari berbagai kelompok tani di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggeruduk kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Kroya pada Senin (24/2/2025). Mereka memprotes pemangkasan drastis kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sangat membebani aktivitas pertanian mereka.

Para petani mengeluhkan bahwa kuota BBM yang biasanya mereka terima sebanyak 30 liter per hari, kini dipangkas menjadi hanya 5 liter per hari. Bahkan, dalam seminggu, mereka hanya mendapatkan total 38 liter. Kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi petani yang mengandalkan lahan tadah hujan dan membutuhkan BBM untuk mengoperasikan mesin pompa air.

Acep Saefudin (59), salah satu petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Temiyang, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya seperti dipingpong ke pom bensin, hanya dapat 5 liter. Padahal, kebutuhan untuk mesin sedot air 3 inci saja 26 liter,” ujarnya kepada wartawan. Ia juga menambahkan bahwa petani di luar Kecamatan Kroya masih bisa mendapatkan kuota 10 liter per hari.

Pemangkasan kuota BBM ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Para petani sangat bergantung pada mesin pompa air untuk mengairi sawah mereka, terutama saat musim kemarau. Dengan kuota BBM yang sangat terbatas, mereka khawatir tidak dapat mengairi sawah secara optimal, yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

Para petani mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera meninjau kembali kebijakan pemangkasan kuota BBM bersubsidi ini. Mereka meminta agar kuota dikembalikan ke jumlah semula atau setidaknya disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan mencari solusi. Pertanian adalah tulang punggung perekonomian kami. Jangan biarkan kami menderita karena kekurangan BBM,” tegas Acep.

Aksi protes ini menjadi sorotan, mengingat Indramayu merupakan salah satu daerah lumbung padi nasional. Pemangkasan kuota BBM dikhawatirkan akan berdampak pada produksi padi dan ketahanan pangan nasional.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!