Indramayu, suarapantura.id – Polres Indramayu menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mematangkan persiapan masa tanam ketiga lahan baku sawah (LBS). Fokus utama adalah menggenjot produksi jagung, sejalan dengan arahan Kapolri untuk mewujudkan swasembada pangan yang baru-baru ini mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.
Rapat koordinasi internal yang digelar pada Jumat (18/7) di Aula Patriatama Polres Indramayu ini dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kabag SDM, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolsek jajaran Polres Indramayu.
Dalam arahannya, AKBP Fajar Gemilang menegaskan bahwa program ini bukan sekadar simbolis. “Ini adalah aksi nyata Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya melalui optimalisasi produksi jagung,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh jajaran dalam menyukseskan inisiatif ini.
Pemetaan Lahan dan Kebutuhan Pertanian
Kabag SDM Kompol Bekti Setiawan memaparkan secara detail potensi dan kendala di lapangan. Termasuk di antaranya adalah pemetaan lahan yang tidak dapat ditanami, serta kebutuhan alat dan sarana pertanian yang akan diusulkan ke Kementerian Pertanian melalui dinas terkait. Kompol Bekti juga menyoroti pentingnya analisis cuaca dan ketersediaan air sebagai faktor krusial dalam keberhasilan masa tanam ketiga ini.
“Langkah ini memerlukan kolaborasi lintas sektor dan komitmen penuh dari seluruh personel Polres,” imbuhnya, menekankan bahwa sinergi adalah kunci utama.
Dukungan Bhabinkamtibmas dan Target Panen 6 Ton per Hektar
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan kontribusi konkret Polri dalam menjawab tantangan nasional di sektor pertanian. Ia memastikan bahwa Polres Indramayu siap menjalankan arahan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, yang menargetkan setiap personel Bhabinkamtibmas mendampingi pengelolaan satu hektar lahan jagung dengan target panen 6 ton.
“Diharapkan seluruh jajaran dapat bergerak cepat, dengan target penanaman maksimal pada 25 Juli 2025 mendatang,” terang AKP Tarno. Ia menambahkan bahwa Polres Indramayu telah mendata lahan-lahan yang akan dikelola serta menyiapkan pengajuan kebutuhan pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada instansi terkait.
AKP Tarno juga menegaskan kembali arahan Kapolda Jabar yang menargetkan peningkatan signifikan hasil panen jagung di wilayah Polda Jabar. “Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat desa,” tutupnya, menunjukkan optimisme terhadap keberhasilan program ini.

















