CIREBON, suarapantura.id_ — Tradisi leluhur kembali hidup di tengah masyarakat Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Pemerintah Desa Gegesik Kidul menggelar tradisi adat Baritan pada Rabu (23/9/2026) malam sebagai wujud syukur atas hasil panen sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan warga.
Baritan merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini juga dimaknai sebagai ikhtiar budaya masyarakat untuk memohon perlindungan serta dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Kuwu Gegesik Kidul, Rahmat, mengatakan Baritan bukan sekadar kegiatan seremonial atau pesta rakyat. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai budaya dan spiritual yang penting bagi masyarakat.
“Tradisi Baritan ini bukan sekadar pesta semata, melainkan warisan leluhur yang telah dijaga turun-temurun oleh masyarakat Gegesik Kidul. Kegiatan ini menjadi sarana kita bersyukur atas hasil panen yang melimpah, sekaligus berdoa agar desa senantiasa diberkahi, dijauhkan dari bencana, dan warganya hidup rukun serta sejahtera,” ujar Rahmat.
Ia menilai, pelestarian Baritan juga menjadi bentuk kecintaan masyarakat terhadap tanah kelahiran dan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga.
“Baritan adalah bukti cinta kita kepada tanah kelahiran. Apa yang kami tuai hari ini, kami persembahkan sebagai rasa syukur. Mari jaga warisan ini, karena di sinilah akar kita berdiri,” katanya.
Menurut Rahmat, antusiasme warga yang hadir dari berbagai penjuru desa menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih terjaga. Tradisi Baritan, kata dia, bukan hanya menjadi ruang untuk melestarikan budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Hadirnya warga dari berbagai penjuru menunjukkan ikatan persaudaraan kita masih sangat kokoh. Baritan mengajarkan kita untuk saling berbagi, menghormati, dan menjaga kebersamaan. Harapan saya, generasi muda ikut menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tidak hilang tergerus zaman,” tuturnya.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta panitia yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan tradisi tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Semoga niat baik dan kerja keras kita dicatat sebagai amal ibadah, dan berkah senantiasa menyertai Desa Gegesik Kidul,” pungkasnya.
Melalui tradisi Baritan, masyarakat Gegesik Kidul tidak hanya mempertahankan warisan budaya leluhur, tetapi juga meneguhkan kembali nilai syukur, kebersamaan, gotong royong, dan doa untuk kehidupan desa yang aman, rukun, serta sejahtera.

















