Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
sosial & Budaya

Unjungan Ki Buyut Gentong di Santing: Merawat Jejak Leluhur, Menghidupkan Kembali Tradisi

28
×

Unjungan Ki Buyut Gentong di Santing: Merawat Jejak Leluhur, Menghidupkan Kembali Tradisi

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id— Di tengah derasnya perubahan zaman, warga Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, masih teguh merawat tradisi warisan leluhur.

Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Unjungan Ki Buyut Gentong, Minggu (27/9/2026). Tradisi tahunan tersebut diisi dengan doa bersama, silaturahmi warga, serta pertunjukan kesenian tradisional Sandiwara Lingga Buana.

Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan yang dihadiri Camat Losarang Encep Ria Setiadi, S.E., M.Si., Kuwu Desa Santing H. Tarman, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat.

Bagi masyarakat Santing, Unjungan bukan sekadar agenda budaya tahunan. Tradisi ini menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan para leluhur yang diyakini memiliki peran dalam sejarah terbentuknya Desa Santing.

Camat Losarang Encep Ria Setiadi mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut. Menurutnya, keberadaan tradisi lokal memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat.

“Acara seperti ini bukan hanya sarana memperkuat ikatan sosial, tetapi juga bentuk penghormatan pada warisan leluhur kita,” ujar Encep.

Kuwu Desa Santing H. Tarman mengatakan, pelaksanaan Unjungan Ki Buyut Gentong merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga.

“Alhamdulillah, kami dari Pemerintah Desa Santing selalu aktif bergandengan tangan dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang ada di Desa Santing untuk menyelenggarakan adat istiadat orang Indramayu. Salah satunya Unjungan,” kata Tarman.

Ia menjelaskan, Unjungan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu yang membuka dan membabad wilayah Santing.

“Unjungan ini selain untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah mendahului kita semua, seperti para tokoh zaman dahulu yang membuka atau babad tanah di Santing,” ujarnya.

Tarman berharap tradisi tersebut mampu terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas kehidupan masyarakat.

“Harapan kami tentunya dengan acara Unjungan ini silaturahmi antara warga masyarakat bisa terjalin, hubungan persaudaraan dengan baik, sehingga tahun ini kondusivitas Desa Santing tetap bisa terjaga,” katanya.

Semarak Unjungan semakin terasa dengan hadirnya pertunjukan Sandiwara Lingga Buana, salah satu kesenian tradisional yang masih dipertahankan masyarakat Indramayu.

Tarman mengatakan, pentas seni tersebut hampir setiap tahun menjadi bagian dari rangkaian Unjungan Ki Buyut Gentong. Pelaksanaannya pun didukung melalui swadaya masyarakat sekitar.

“Pentas kesenian tradisional Kabupaten Indramayu, yaitu Sandiwara Lingga Buana, hampir tiap tahun selalu dilaksanakan. Untuk biayanya secara swadaya dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Menurut Tarman, keberadaan kesenian tradisional tersebut bukan hanya untuk memberikan hiburan kepada warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya.

“Tujuannya untuk memeriahkan acara Unjungan di Ki Buyut Gentong sekaligus mempertahankan tradisi-tradisi adat budaya bangsa yang bernilai untuk kita lestarikan dengan baik,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Santing, Kartalim, yang akrab disapa Wa Sadut, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam melaksanakan Unjungan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara berkesinambungan sehingga generasi muda tetap mengenal akar budaya dan tradisi yang diwariskan para pendahulu.

Pelaksanaan Unjungan Ki Buyut Gentong pada akhirnya bukan hanya menjadi perayaan adat. Di dalamnya terdapat doa, penghormatan kepada leluhur, silaturahmi, gotong royong, dan kesenian tradisional yang menyatu dalam satu ruang kebersamaan.

Di tengah perubahan zaman, masyarakat Desa Santing menunjukkan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan. Ia justru dapat terus hidup ketika dijaga bersama dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!