Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita & Investigasi

Wabub Syaifudin : Petani Indramayu Unjuk Gigi, Siap Adopsi Teknologi Pertanian Guna Dongkrak Hasil Panen Nasional

56
×

Wabub Syaifudin : Petani Indramayu Unjuk Gigi, Siap Adopsi Teknologi Pertanian Guna Dongkrak Hasil Panen Nasional

Sebarkan artikel ini

Indramayu, suarapantura.id – Kabar gembira datang dari Indramayu! Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan dukungan penuh dengan menggelar Panen Raya dan Percepatan Tanam di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, pada Selasa (13/5/2025). Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi panen yang saat ini baru mencapai 40 persen dari total luas lahan baku sawah (LBS) yang mencapai 125.442 hektare.

Target ambisius Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai produksi beras nasional sebesar 32 juta ton Semakin optimisme bahkan melambung di Kementan, yang yakin target tersebut dapat terlampaui hingga 34 juta ton. Perhatian ekstra pun diberikan kepada daerah-daerah kunci pertanian, termasuk Indramayu.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Menurutnya, dengan semakin berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian, teknologi menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pertanian dan melahirkan generasi petani milenial yang melek teknologi. “Pemanfaatan teknologi pertanian ini bukan untuk menghilangkan tenaga petani, namun untuk mempercepat proses panen yang saat ini tengah dilakukan,” tegas Wabup Syaefudin.

Lebih lanjut, Syaefudin menjelaskan bahwa dari total LBS 125.442 hektare, saat ini baru 40 persen yang telah dipanen. Pemanfaatan alat dan teknologi pertanian diharapkan dapat mempercepat proses panen secara keseluruhan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Andi Nur Alamsyah, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani Indramayu. Pihaknya menyatakan kesiapan Kementan untuk terus mendukung dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar panen dan tanam dapat dipercepat. “Selesai panen ini petani harus langsung mengolah lahan kembali agar prosesnya bisa cepat. Kebutuhan prasarana dan sarana lainnya, Kementan siap mensupport,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyampaikan kekagumannya atas kemajuan pertanian di Indramayu. Ia menilai kolaborasi yang solid antara pemerintah, petani, penyuluh, pengusaha, dan berbagai pihak telah menjadikan Indramayu sebagai daerah pertanian unggulan nasional.

Potensi pertanian Indramayu dinilai sangat menjanjikan, terutama dengan adanya program regenerasi petani milenial melalui pelatihan yang diadakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu. Langkah ini diharapkan dapat terus mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!