INDRAMAYU, suarapantura.id – Madura, sebuah pulau yang kerap dijuluki “sejuta akal” dalam dunia niaga, kembali membuktikan kreativitasnya. Tak hanya terkenal dengan sate dan sop, kini inovasi kuliner malam merambah ke Indramayu, membawa cita rasa bubur kacang hijau ketan hitam yang dibalut roti tawar. Sebuah konsep unik yang sebelumnya jarang ditemui di daerah lain.
Inovasi ini kini hadir di Jalan Bypass Tambi, Kecamatan Sliyeg, Indramayu, melalui sebuah tenda sederhana bertuliskan “Bubur Kajang Ijo Madura”. Di sinilah, Unus (54), seorang perantau asal Madura, merajut asa di tanah rantau. Baru sekitar enam bulan tinggal di Indramayu, Unus langsung tancap gas membuka usaha bubur kacang hijau dengan sentuhan khas Madura.
“Kasih baru 6 bulan, alhamdulillah yang penting disyukuri saja, Mas,” ujar Unus dengan senyum ramah, menyiratkan rasa syukur atas usahanya yang mulai menunjukkan hasil.
Dengan harga terjangkau, hanya Rp 6.000 per porsi, bubur racikan Unus menawarkan perpaduan manis gurih bubur kacang hijau dan ketan hitam, disajikan hangat dengan tambahan irisan roti tawar yang lembut. Warung bubur Pak Unus buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, menjadi pilihan menarik bagi warga Indramayu yang mencari hidangan penutup atau camilan malam yang mengenyangkan.
Kehadiran kuliner ini menambah semarak peta rasa Indramayu, sekaligus membuktikan bahwa Madura selalu punya cara untuk berinovasi, bahkan dalam seporsi bubur sederhana.

















