INDRAMAYU, suarapantura.id – Puluhan warga Blok Kongsi, Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Indramayu, meluapkan kekesalan mereka dengan menggeruduk sebuah lokasi penjemuran bulu ayam pada Selasa sore kemarin. Aksi ini dipicu oleh bau busuk menyengat yang terus-menerus mengganggu kenyamanan warga.
Meskipun lokasi penjemuran bulu ayam berjarak sekitar 700 meter dari pemukiman warga, bau tak sedap ini dilaporkan telah menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. “Kami mendesak agar tempat penjemuran segera tutup. Warga Blok Kongsi banyak yang muntah dan pusing akibat bau busuk ini,” ujar salah seorang warga yang tidak disebutkan namanya pada Rabu (11/07/2025).
Warga merasa bahwa dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh bau ini tidak dapat diabaikan. Mereka khawatir jika penjemuran bulu ayam terus beroperasi, kondisi kesehatan masyarakat sekitar akan semakin memburuk. Desakan untuk penutupan lokasi penjemuran menjadi prioritas utama bagi warga yang sudah merasa sangat terganggu.
Menanggapi keluhan warga, Madi (80), pemilik bulu ayam, menjelaskan bahwa usaha penjemuran tersebut merupakan urusan anaknya. Ia juga menyatakan bahwa ini adalah kali terakhir bulu ayam dijemur di lokasi tersebut. “Penjemuran bulu ayam ini urusan anak saya dan yang jelas ini terakhir,” kata Madi. Namun, ia menambahkan, “Tapi nanti setelah kering. Tadi malam kan hujan.”
Pernyataan Madi ini menyiratkan bahwa proses penjemuran masih akan berlanjut hingga bulu ayam benar-benar kering, terlepas dari kondisi cuaca sebelumnya.
Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga yang ingin agar bau tak sedap segera menghilang. Masyarakat berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kesehatan dan kenyamanan warga Blok Kongsi.

















