BATULICIN, suarapantura.id — Kemarau panjang mulai mengancam produktivitas pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mencatat sekitar 200 hektare tanaman padi terancam gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Tanah Bumbu, Robby Chandra, mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah hampir satu bulan wilayah Tanah Bumbu tidak diguyur hujan.
“Kurang lebih hampir satu bulan tidak turun hujan, sehingga sawah yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan. Tanahnya sampai terlihat pecah-pecah dan terancam gagal panen,” ujar Robby di Batulicin, Rabu.
Menurut Robby, tanaman padi yang terdampak rata-rata berusia sekitar dua bulan. Kondisi tanaman mulai menunjukkan gejala kekurangan air, antara lain daun menggulung, ujung daun mengering, pertumbuhan terhambat, serta jumlah anakan padi berkurang.
Pada periode tanam Juli-Agustus, total luas lahan yang ditanami padi mencapai 3.823 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 800 hektare terdampak kekeringan, sementara 200 hektare di antaranya masuk kategori terancam gagal panen.
Lahan terdampak tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Batulicin sekitar 19 hektare, Kusan Hulu tujuh hektare, Kusan Tengah 491 hektare, dan Kusan Hilir 283 hektare.
Robby menjelaskan, periode April-September atau musim tanam Asep sebenarnya menjadi salah satu waktu yang cukup baik bagi petani untuk menanam padi. Namun, kondisi iklim tahun ini mengalami anomali yang menyebabkan curah hujan menurun dan memperbesar risiko kekeringan.
“Karena tahun ini ada anomali penyimpangan iklim atau El Nino, sehingga petani yang menanam padi pada periode Juli kini mengalami kekeringan,” katanya.
Kondisi berbeda terjadi pada lahan persawahan yang berada dekat dengan sumber air, seperti bantaran sungai. Petani di wilayah tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan air tanaman dengan memanfaatkan mesin pompa.
Robby memperkirakan perbedaan ketersediaan air akan berdampak signifikan terhadap hasil produksi. Jika kebutuhan air tanaman terpenuhi, produktivitas padi dapat mencapai sekitar 4,2 ton gabah per hektare.
Sementara itu, tanaman yang mengalami dampak kekeringan cukup parah diperkirakan hanya mampu menghasilkan sekitar 2,5 kuintal per hektare.
DKPP Tanah Bumbu terus memantau kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan guna mengetahui perkembangan tanaman dan potensi penurunan produksi akibat musim kemarau.
















